Gus Dur adalah salah satu tokoh yang dikenal memiliki banyak guyonan bercandaan anekdot yang lucu dan menghibur. Berikut ini adalah 5 guyonan bercandaan anekdot Gus Dur yang bisa membuat Anda tertawa.
1. Gus Dur dan Kursi Roda
Suatu hari, Gus Dur sedang berada di bandara bersama rombongan. Karena kondisi matanya yang sudah sangat buruk, ia meminta bantuan untuk didorong menggunakan kursi roda. Namun, saat ia sampai di depan pintu pesawat, ia melihat ada seorang wanita cantik yang juga menggunakan kursi roda. Gus Dur pun langsung berteriak, "Hentikan! Hentikan! Aku mau turun!" Kemudian ia berusaha berdiri dari kursi rodanya lantas mendekati wanita itu sambil berkata, "Hai, cantik. Aku juga pakai kursi roda, lho. Kita cocok nih. Mau jadi pacarku?" Wanita itu tentu saja kaget dan menolaknya. Gus Dur pun tertawa-tawa dan kembali ke kursi rodanya.
2. Gus Dur dan Kucing
Ketika masih menjadi presiden, Gus Dur sering mengadakan rapat kabinet di Istana Negara. Suatu kali, ia membawa seekor kucing kesayangannya ke rapat tersebut. Para menteri pun heran dan bertanya-tanya apa maksudnya. Gus Dur pun menjawab, "Ini kucingku yang paling pintar. Dia bisa menjawab semua pertanyaan yang kalian ajukan." Lalu ia menunjuk salah satu menteri dan berkata, "Silakan, tanyakan sesuatu kepada kucingku." Menteri itu pun bertanya, "Pak Kucing, bagaimana cara mengatasi inflasi?" dan tentunya kucing itu pun hanya bisa menjawab dengan suara nyaring, "Meong!" Gus Dur pun berkata, "Lihat? Dia bilang kita harus menurunkan harga barang-barang pokok." Para menteri pun tertegun dan tidak percaya.
3. Gus Dur dan Bensin
Suatu malam, Gus Dur sedang berkendara dengan mobilnya bersama seorang ajudannya. Tiba-tiba mobilnya mogok di tengah jalan karena kehabisan bensin. Gus Dur pun memerintahkan ajudannya untuk mencari bensin di sekitar situ. Ajudannya pun pergi mencari bensin sambil membawa jerigen kosong. Setelah beberapa lama, ia kembali dengan membawa jerigen yang sudah terisi bensin. Gus Dur pun senang dan berkata, "Bagus! Bagus! Sekarang tuangkan bensinnya ke tangki mobil." Ajudannya pun menurut dan menuangkan bensinnya ke tangki mobil. Namun, setelah selesai, ia berkata kepada Gus Dur, "Pak, saya minta maaf. Saya tidak bisa menemukan pom bensin di sini. Saya hanya bisa mendapatkan bensin ini dari sebuah masjid." Gus Dur pun terkejut dan bertanya, "Masjid? Kok bisa?" Ajudannya pun menjelaskan, "Di sana ada sebuah lampu minyak yang menyala terus. Saya pikir itu adalah bensin, jadi saya ambil saja." Gus Dur pun geleng-geleng kepala dan berkata, "Ya Allah, ampuni kami. Kami telah mencuri minyak wangi dari masjid-Mu."
4. Gus Dur dan Telepon
Suatu hari, Gus Dur sedang berada di rumahnya bersama keluarganya. Tiba-tiba telepon rumahnya berdering. Gus Dur pun segera mengangkatnya dan berkata, "Hallo?" Namun, dari seberang sana hanya hening tanpa suara. Hanya ada bunyi dengung-dengung yang terus menerus. Gus Dur pun marah dan berkata, "Siapa ini? Kenapa diam saja? Kalau mau bicara, bicara! Kalau tidak mau bicara, matikan teleponnya!" Lalu ia meletakkan gagang teleponnya dengan kasar. Keluarganya pun heran dan bertanya apa yang terjadi. Gus Dur pun menjawab, "Itu orang gila! Dia telepon saya cuma untuk mendengarkan suara nafas saya!"
5. Gus Dur dan Pemilu
Pada tahun 1999, Gus Dur maju sebagai calon presiden dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Namun, saat kampanye, ia sering membuat pernyataan-pernyataan yang kontroversial dan tidak sesuai dengan fakta. Misalnya, ia pernah berkata bahwa ia akan memindahkan ibu kota negara ke Papua, atau bahwa ia akan menghapuskan Departemen Agama. Hal ini membuat banyak orang ragu untuk memilihnya. Namun, Gus Dur punya cara sendiri untuk meyakinkan para pemilih. Ia sering berkata, "Kalau kalian tidak mau memilih saya, tidak apa-apa. Tapi ingat, saya bisa melihat kalian dari surga nanti. Dan saya akan marah kalau kalian tidak memilih saya." Dengan cara ini, ia berhasil mendapatkan banyak suara simpati dari para pemilih yang takut dimarahi Gus Dur di akhirat.

Social Media