BLANTERORIONv101

Malam 1 Suro: Apa Saja Fakta Menarik di Balik Tradisi Jawa Ini?

18 Juli 2023
Gambar oleh Syaibatul Hamdi dari Pixabay


Malam 1 Suro adalah malam yang sangat istimewa bagi masyarakat Jawa. Malam ini bertepatan dengan malam menjelang 1 Muharram, atau tahun baru Islam. Bagi orang Jawa, malam ini dianggap sebagai malam pergantian tahun dalam kalender Jawa. Namun, apa saja fakta menarik di balik tradisi Jawa ini? Berikut ulasannya.


1. Asal-usul nama Suro

Suro adalah nama bulan pertama dalam kalender Jawa. Nama ini berasal dari bahasa Arab Asyura, yang berarti sepuluh. Hal ini merujuk pada hari kesepuluh bulan Muharram, yang merupakan hari penting bagi umat Islam. Hari Asyura diperingati dengan berpuasa dan berdoa, sebagai bentuk mengenang peristiwa Karbala yang menimpa cucu Nabi Muhammad SAW, Husain bin Ali.


2. Sejarah kalender Jawa

Kalender Jawa merupakan hasil penyatuan dari tiga sistem penanggalan, yaitu Saka (Hindu), Hijriah (Islam), dan Masehi (Kristen). Penyatuan ini dilakukan oleh Sultan Agung, raja Mataram Islam, pada tahun 1633 Masehi. Tujuannya adalah untuk memperluas pengaruh Islam tanpa mengabaikan tradisi lokal yang sudah ada sebelumnya. Kalender Jawa memiliki 12 bulan, yang dimulai dari Suro hingga Besar.


3. Tradisi malam 1 Suro

Malam 1 Suro dianggap sebagai malam yang sakral dan penuh berkah oleh masyarakat Jawa. Pada malam ini, banyak orang melakukan ritual khusus, seperti tirakat (berpuasa), lelaku (bertapa), atau perenungan diri. Tujuannya adalah untuk membersihkan diri dari dosa dan memohon kebaikan di tahun yang baru. Selain itu, ada juga kegiatan bersama, seperti slametan (selamatan) dan kirab (arak-arakan). Slametan biasanya dilakukan dengan menyajikan sesaji dan makan bersama keluarga atau tetangga. Kirab biasanya dilakukan dengan mengarak benda-benda pusaka atau hewan-hewan khas, seperti kebo bule (kerbau albino).


4. Mitos dan fakta malam 1 Suro

Malam 1 Suro juga dikelilingi oleh berbagai mitos dan fakta yang dipercaya oleh masyarakat Jawa. Beberapa mitos yang umum adalah larangan untuk menggelar acara pernikahan, memotong rambut, atau mandi di sungai pada bulan Suro. Hal ini dikaitkan dengan anggapan bahwa bulan Suro adalah bulan sial atau berbahaya. Namun, hal ini tidak terbukti secara ilmiah dan lebih bersifat kepercayaan turun-temurun. Beberapa fakta yang terjadi pada malam 1 Suro adalah adanya fenomena alam, seperti gerhana bulan atau hujan meteor. Hal ini bisa menjadi tontonan menarik bagi para pengamat langit.


Demikianlah beberapa fakta menarik tentang malam 1 Suro dan tradisi Jawa yang menyertainya. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan Anda tentang budaya Jawa yang kaya dan unik.

Komentar