![]() |
| Foto K.H. Ahmad Dahlan, (sc : suryagemilangnews.com) |
K.H. Ahmad Dahlan adalah salah satu tokoh Islam dan pahlawan nasional Indonesia yang mendirikan organisasi Muhammadiyah pada tahun 1912. Organisasi ini bertujuan untuk melakukan pembaruan dalam pemikiran dan amal Islami di Indonesia. Siapa sebenarnya sosok K.H. Ahmad Dahlan dan apa saja fakta-fakta menarik tentangnya? Berikut ini kami sajikan beberapa fakta-fakta K.H. Ahmad Dahlan yang perlu Anda ketahui.
1. Nama aslinya adalah Muhammad Darwis
K.H. Ahmad Dahlan lahir dengan nama Muhammad Darwis pada tanggal 1 Agustus 1868 di Yogyakarta. Ia merupakan putra keempat dari tujuh bersaudara dari pasangan K.H. Abu Bakar dan Siti Aminah, yang mana keduanya berasal dari keluarga ulama dan pejabat keraton Yogyakarta. Nama Ahmad Dahlan diberikan oleh gurunya, Sayyid Bakri Syatha, ketika ia sedang menuntut ilmu di Makkah sebelum pulang ke tanah air. Nama ini kemudian melekat padanya hingga akhir hayatnya.
2. Ia adalah keturunan Sunan Gresik
K.H. Ahmad Dahlan termasuk keturunan kedua belas dari Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik, salah satu dari Walisongo yang menyebarkan Islam di Jawa. Asal-usul keturunannya dimulai dari Maulana Malik Ibrahim, Maulana Ishaq, Maulana 'Ainul Yaqin, Maulana Muhammad Fadlullah (Sunan Prapen), Maulana Sulaiman Ki Ageng Gribig (Djatinom), Demang Djurung Djuru Sapisan, Demang Djurung Djuru Kapindo, Kiai Ilyas, Kiai Murtadla, K.H. Muhammad Sulaiman, K.H. Abu Bakar, dan akhirnya Muhammad Darwis (Ahmad Dahlan).
3. Ia menunaikan haji pada usia 15 tahun
K.H. Ahmad Dahlan menunaikan ibadah haji pertama kali pada usia 15 tahun bersama ayahnya. Di Makkah, ia memperdalam ilmu agamanya dengan berguru kepada para ulama pembaharu Islam, seperti Syaikh Ahmad Khatib, Muhammad Abduh, Rasyid Ridha, Ibnu Taimiyah, Al-Afghani, Syaikh Abdul Hadi, dan lain-lain. Ia juga pernah belajar kepada guru yang sama dengan pendiri Nahdlatul Ulama (NU), K.H. Hasyim Asy'ari. Ia kembali ke Makkah pada tahun 1903 bersama putranya, Muhammad Siraj, dan menetap selama dua tahun.
4. Ia menikahi sepupunya sendiri
K.H. Ahmad Dahlan menikahi Siti Walidah, sepupunya sendiri yang merupakan anak dari Kiai Penghulu Haji Fadhil, pada tahun 1890. Siti Walidah kemudian dikenal sebagai Nyai Ahmad Dahlan, seorang pahlawan nasional dan pendiri Aisyiyah, organisasi perempuan pertama di Indonesia yang berada di bawah naungan Muhammadiyah. Bersama Nyai Ahmad Dahlan, K.H. Ahmad Dahlan dikaruniai enam orang putra, yaitu Djohanah, Siradj Dahlan, Siti Busyro, Irfan Dahlan, Siti Aisyah, dan Siti Zaharah.
5. Ia mendirikan Muhammadiyah pada tahun 1912
K.H. Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah pada tanggal 18 November 1912 di kampung Kauman, Yogyakarta. Muhammadiyah adalah organisasi Islam yang bergerak di bidang sosial dan pendidikan dengan semangat pembaruan (tajdid) dan pembaharuan (islah). K.H. Ahmad Dahlan ingin mengembalikan ajaran Islam yang murni dan bersih dari segala bentuk bid'ah dan khurafat. Ia juga menekankan pentingnya ilmu pengetahuan dan kesejahteraan umat. Ia menetapkan bahwa Muhammadiyah bukan organisasi politik, melainkan organisasi dakwah.
6. Ia meninggal pada usia 54 tahun
K.H. Ahmad Dahlan meninggal pada tanggal 23 Februari 1923 di Yogyakarta, pada usia 54 tahun. Ia dimakamkan di pemakaman Kauman, dekat Masjid Gedhe Kauman, tempat ia pernah menjadi khatib. Ia meninggalkan warisan berupa organisasi Muhammadiyah yang terus berkembang hingga saat ini. Ia juga diakui sebagai pahlawan nasional Indonesia melalui Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 1961.
Demikianlah beberapa fakta-fakta K.H. Ahmad Dahlan yang perlu Anda ketahui. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan Anda tentang tokoh Islam dan pahlawan nasional Indonesia ini.

Social Media